Loading...
Sejarah

Memories Becomes History – Goa Jepang, Jawa Barat

Expose Ghaib Goa Jepang

Jam tangan menunjukkan tepat pada pukul 9 malam.

Sambil menunggu Apep pulang daripada mobil kerana ketinggalan barang, saya bersama Rian berdiri tengah di lorong yang agak gelap, hanya sinar cahaya dari tiang lampu yang jarak jauhnya sekitar 30 meter yang menemanin kita berdua. 

Sepi.

Perhatianku berpaling ke arah Apep yang udah hilang dari pandangan mata selama sepuluh minitan, dan dibelakang saya, pasukan kami yang sudah lanjut duluan.

Tiba -tiba kedengaran suara perempuan teriakkan sekuat-kuatnya hingga memecah kesepian suasana di kehutanan tersebut.

Saya dan Rian berpaling ke arah teriakkan tersebut dan perhatikan yang Yanti, salah satu diantara perempuan yang turut ikut kami dengan penelusuran kami telah jatuh dan bermula bertingkah-laku luar dari kebiasaan seorang manusia seharusnya bertindak. 

Rian bermula bergerak ke arahnya, tetapi saya memberi insyarat untuk stay oleh kerana saya kawatirkan Apep yang masih belum tiba dari mobil keseorangan, malahan lagi di pangkuan Yanti ada anggota seperti Ki Aria , dan Kang Ipank yang lebih dari cukup untuk memulihkan mbak Yanti. 

Tak lama lagi, kedengaran tapak kaki dari arah disebalik kami, termunculah Apep, setengah hilang nafas dan coba menghirup udara oxigen yang bisa dia tangkapin;

"Bang Nas, ga ada dupa melatinya di mobil!"

"Yaudah, kita lanjut aja, Insha-Allah aman"; balas saya.

Kami gabung semula dengan pasukan besar kami untuk bermula berjalan ke bawah; sekitar 400 meter dari posisi kami ke pintu gerbang utama; lokasi yang cukup dikenalin ramai penduduk Bandung sebagai...... Goa Jepang di Dago Pakar.

Japanese Cave Bandung

Pintu Masuk ke Goa Jepan //Photo Credits:- Snarg.Net

The Famous or Infamous Goa Jepang.

Terletak di daerah Dago, Taman Hutan Insinyur Haji Juanda,lokasi Goa Jepang sekitar 20-30 minitan daripada Gedung Sate.

map of goa jepang


Team kami disambut oleh struktur proporsi besar di sebelah kanan kami, di sebelah kiri, jurang yang agak lumayan.

Goa Jepang ini mempunyai 4 pintu masuk dari lorong yang kami berada pada ketika ini. Di pintu pertama ada papan-nama berwarna hijau dengan font putih yang tercatit nama goa tersebut. Dari pintu tersebut lampur senter(lampu suluh) kami kemungkinan bisa mencapai 10 meter ke dalam goa tersebut. 

Later Belakang Goa Jepang

Sebelum kami sampai ke kawasan tersebut, kami telah dapat tau daripada buku-buku sejarah bahawa goa jepang ini terkenal di masa perang dunia kedua, di mana tentera Jepang(Jepun di dalam bahasa melayu), telah menggunakan goa tersebut sebagai pusat telekomunikasi, gudang amunasi dan alat/mesen/kenderaan buat peperangan. Selain dari itu, terdapat beberapa porsi di dalam goa tersebut yang digunakan sebagai sel-sel penahanan sementara.

Goa Jepang mempunyai 4 pintu masuk untuk kedalam labirin yang terdiri 15 cabang.

Sel-Sel Penahanan Sementara

Sistem Romusha Jepang

Tentera Jepang, terkenal kerana penindasan terhadap manusia dan rakyat di setiap negara yang mereka menjajah, dan goa ini, terkenal oleh kerana ia digunakan sebagai tempat tahanan untuk sistem romusha; atau sistem kerja paksaan pribumi sehingga ia mengakibatkan banyak pengorbanan nyawa. Proyek yang terbesar Romusha termasuk pembangunan kereta api sepanjang 415 kilometer antara Thailand dan Burma.

[Nota Editor: Referensi:-  Sistem Romusha dan "Romusha Adalah"]

Sebagai Strategi Militer

Sebagaina mana yang kita telah ketahui, Goa Jepang terletak di bahagian atas, dan permandangannya memang indah jikalau kami ke sana di waktu malam. Nah, di waktu peperangan, tempat ini digunakan sebagai pos mengintai untuk memerhatikan gerak musuh dan juga penduduk di daerah Bukit Pakar.

Mitos Mengenai Goa Jepang

  • Mitos Pertama: Mengucap kata "Lada"

Saya link-kan satu situs lelaman web yang jelaskan mengenai kata tersebut yang dilarang. Larangan di wilayah dago lada itu karena kata tersebut adalah nama seorang Guru Besar para Raja nusantara yg bernama lengkap Prabu Sanghyang Lada Wisesa. Beliau memiliki 3 petilasan di wilayah dago yaitu di Curug Dago yang terkenal dengan batu-tulis Raja Thailand ,wilayah buniwangi; mata air cibitung dago pakar.

Mengapa nama tersebut di LARANG (disucikan) jika di artikan nama beliau itu sangat luhur dalam ajaran bangsa sunda;

"Prabu = Raja"

"Sanghyang = Dewa"

"Lada = Sifat Api" 

"Wisesa = Kekuasaan yang Besar"

Pemimpin Para Dewa "raja" Yang Berpengatahuan Luas Adiluhung dan Paripurna

Maka kerana jasa beliau sangat besar dalam memberi kecerdasan manusia paripurna beliau di segani oleh hewan,siluman,hingga manusia. Nah apabila ada mitos jika ada yang sengaja menyebut lada dengan nada menantang kemudian terjadi hal yang di luar nalar atau di luar logika itu lebih kepada para pengikut Sang Prabu Sanghyang Lada Wisesa.

  • Mitos Kedua : Sosok Yang Tidak Berkepala

Juga di Goa Jepang ada satu makhluk manusia setengah kelelawar berwarna merah,menurut cerita masyarakat dulunya makhluk itu seorang pemimpin pasukan jepang,dan ketika ia menyadari kekalahan ia melakukan ritual bunuh diri (Hara-Kiri ataupun Seppuku) menurut budaya prajurit Jepang namun saat ia akan melakukan hara kiri datang sesosok siluman kelelawar besar berwarna coklat dominan cahaya merah dan mereka membuat perjanjian dan persekutuan. 

  • Mitos Ketiga : Siluman Kera Putih

Siluman kera putih penjaga wilayah karamaan Prabu Sanghyang Lada Wisesa. Sosok ini sering menampakkan diri di curug dago, petilasan buniwangi, petilasan cibitung sampai air terjun maribaya. Jumlah nya tidak satu namun mereka di pimpin kera yg berukuran besar berbulu putih bermata merah.

>