Loading...
Sejarah

Merungkai Sejarah Prasasti Raja Thailand di Curug Dago

Curug Dago Dan Raja Thailand

Dago Pakar memang terkenal sebagai tempat wisata para pelancong domestik ataupun antarabangsa. Untuk saya, sebagai seorang warga Singapura, saya tidak pernah tahu mengenai satu fakta yang unik ini; dua Raja Thailand pernah mengunjung tempat ini di tahun yang berbeda-beda. Di dalam artikel ini kita ikut jejak team Expose Ghaib dibimbing oleh Kang Ipank daripada Pakarang Adat Republik Indonesia, saya juga muatkan ke dalam artikel ini mengenai expedisi mereka yang kita dapat dokumen lewat rekaman video. 

[Nota Editor: Rekod Tangkuban Perahu meletus dari tahun 1829 hingga sekarang bisa dirujuk di sini.]

Sebelum kita melungsuri video dari kita(di akhir artikel ini) , kita coba memahami beberapa konsep penting untuk kita kenal lebih dengan watak-watak tertentu yang ada kaitan bersama Curug Dago. 

LOKASI

Kalau kita merujuk kepada sejarah umum, Curug Dago kemungkinan terbentuk semasa letusan lava Gunung Tangkuban Perahu beribu-ribu tahun yang lalu. Yang luar biasa mengenai letusan Tangkuban Perahu pada waktu itu, aliran lava bisa sampai ke daerah Curug Dago! 

Tangkuban Perahu Meletus

Lava dari letusan bisa sampai 20KM jauh

Dinasti Chakri

Kedua-dua anggota daripada keluarga kerajaan Thailand(Siam) adalah:-

  1. Raja Chulalongkorn ataupun dikenali sebagai King Rama V
  2. Pangeran Prajatthipok( Prajadhipok) ataupun dikenali sebagai King Rama VII

Hubungan diantara mereka adalah kakek-cucu daripada keluarga/dinasti yang sama iaitu Dinasti Chakri.

Thailand King Rama V kunjung curug dago

Thailand King Rama V kunjung Curug Dago

Thailand King Rama VII kunjung curug dago

Thailand King Rama VII kunjung Curug Dago

Kenapa dan Kapan Raja​ Thailand(Siam) ke Curug Dago?


Tahun 1896

Di dalam buku "Journeys to Java by a Siamese King" ditulis oleh Imtip Pattajoti Suharto, ia ceritakan bahawasanya Raja V Chulalongkorn berada di Bandung di tahun 1896. Beliau nginap di suatu hotel di Bandung (coba tebak Hotel mana), dan ia dilaporkan yang Sang Raja itu menghilang diri secara diam-diam dan akhirnya ditemui di Curug Dago untuk bermeditasi.

Tahun 1901

Raja V kembali buat kali kedua untuk kunjung ke Curug Dago.

Tahun 1928

Cucunya kepada Rava V, iaitu Raja VII ataupun Raja Prajadhipok juga turut hadir ke Curug tersebut.

Fakta keren, di waktu pemerintahan Raja Prajadhipok, beliaulah yang menghapuskan sistem poligami di mana seorang suami bisa mempunyai empat isteri.

Kesimpulan

Pertanyaan yang kita harus tanya diri kita:-

  1. Kenapakah Raja-Raja Thailand ingin kunjung jauh-jauh hingga ke tanah Indonesia?
  2. Apakah kaitan Dinasti Chakri bersama kerajaan lama di Nusantara, maupun Indonesia?
  3. Akankah Raja-kesepuluh Thailand, Rama X Vajiralongkorn kunjungi Curug Dago seperti kakek-kakeknya?

Team Exposé Ghaib & Pakarang Adat Republik Indonesia; Kang Apep dan Kang Apep Sugandi telah pun mengunjungi situs Curug Dago untuk menemu-ramah warga setempat yang bernama Pak Aldo.

Ipank Pakarang Adat

Kang Ipank, Pakarang Adat

Apep Sugandi

Kang Apep, Exposé Ghaib

Selain nemuramah Pak Aldo, Kang Ipank juga mencuba mendeteksi energi dekat bersama batu prasasti Thailand.... nyaksikannya dan jangan lupa memberi komentar di bawah artikel sini ataupun di youtube kami.

Ikut Exposé Ghaib 

We are Expose Ghaib
>